Posted by andri subarul on Jan 29, '07 10:31 PM for everyone

Berlemah lembutlah…
Pagi hari dengan awan putih yang menyelimuti..
Jakarta | 30 Januari 2006
as. nuryaqin

Bismillaahirrohmannirrohiim...


Kawanku, kabar baikkah yang diperoleh? Ana mencoba untuk senantiasa mendoakan antum semua, moga kelancaran dan kemudahan dapat diperoleh...,Shalawat dan salam senantiasa tercurah pada baginda Rosululloh saw.

”...Kalau memang hak dan tujuannya, sabar dan kasih sayang strateginya...”
Doa dan Dzikir, H.M. Arifin Ilham.


Nah! Ternyata itu kuncinya ketika kita berusaha untuk menggapai sesuatu, coba kita tengok satu ayat ini :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (ali-Imron : 159)

Saudaraku, itu hanya selintas begitu saja, sehingga ketika kita harus berjumpa dan ingin menyampaikan ’ilmu maka konsepnya adalah lemah lembut, dan ingat itu adalah rahmat Alloh Tabarok ta’ala, bukan dibuat-buat berlemah lembut, dikemas agar bicaranya baik, membungkukkan badan ketika jumpa. Bukan..bukan itu. Ini lahir karena kekokohan iman, ini lahir karena Alloh memang mencintai dirinya, sehingga sifat kelembutan menjadi ’pakaian’ sehari-harinya. Kelembutan menjadi pancaran cahaya imannya..emm. (red. Baca yah!.. Tulisan sebelumnya tentang cahaya imanpun memiliki takarannya). Kalau nda demikian, maka larilah mereka dari diri kita. Mereka merasa jauh dengan diri kita. Setelah itu maka maafkan, do’akan, dan sering-seringlah ’ngobrol’ bersama mereka, mereka ingin didengar, mereka ingin diperhatikan, mereka ingin berbagi.


Coba sedikit saja, kita pakai teori himpunan, kalo ada elemen/anggota yang seragam dan sama, maka dia dalam 1 (satu) himpunan kan? Terus bagaimana bila hati dan pikiran sudah menjadi satu karena kita berusaha untuk menyelami ’kehidupan’ mereka –masalahnya, cara belajarnya (bagi guru), cara kerja (bagi atasan), bagaimana sifatnya (bagi seorang teman), apa kesenangannya dan keinginannya (bagi seorang suami terhadap istrinya), apa kegemarannya (bagi seorang Abi), apa karakternya (bagi seorang istri)..maka kenalilah!!. Subhanalloh...Allohlah nanti yang mengikatnya. Berikutnya baru..bila ikhtiar kita sudah dilakukan, tangan sudah lelah mengepal, kaki sudah payah melangkah, mata sudah redup memandang...maka serahkan semua kepada Alloh Tabarok ta’ala, sebagai bukti tawakal kita.


Saudaraku...jagalah tetap imanmu agar pancaran cahaya Alloh tampakkan dalam hatimu. Ingatlah ucapan Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, ”Siapa saja yang hatinya terbuka menerima Islam, yakni lapang dan luas menerimanya, maka akan disinari dengan cahaya iman dan akan hidup dengan cahaya keyakinan. Jiwanya akan tenang, suka kepada amal kebajikan dan mudah melakukannya. Ia akan merasakan kelezatannya dan tidak merasa keberatan sedikitpun”


Saudaraku, InsyaAlloh kita sambung lagi pada tulisan berikutnya, saya masih ada utang untuk menyelasaikan tulisan perihal penyungkur hati.., saya mau bergegas menjemput karuniaNya. Hari ini ada pengenalan perusahaan pada karyawan baru, jadi jangan sampai terlambat. Emm..


Syukron...Jaga iman dan tilawahmu..


Wallohu’alam

Alhamdulillaahirobbil’aalamiin


novisusantri wrote on Feb 6, '07
Aku pernah baca kira-kira sama dengan apa yang Pak Nur tulis yaitu.. Memanusiakan manusia (eramuslim) hal yang mulai jarang dilakukan.. mungkin karena hati yang merasa lebih baik dari yang lain.. mungkin karena jiwa yang lelah dengan gelutan hidup.. tapi satu hal ... senyum sapa salam .. they are Great!
nuryaqin wrote on Feb 7, '07
Aku pernah baca kira-kira sama dengan apa yang Pak Nur tulis yaitu.. Memanusiakan manusia (eramuslim) hal yang mulai jarang dilakukan.. mungkin karena hati yang merasa lebih baik dari yang lain.. mungkin karena jiwa yang lelah dengan gelutan hidup.. tapi satu hal ... senyum sapa salam .. they are Great!
yup! setuju bu novi ..3S (senyum,sapa dan salam)...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help