Posted by andri subarul on Mar 7, '07 8:42 PM for everyone

‘Rumah Cinta’ ada disini…
Diiringi kicauan burung, hujanpun gerimis
Yaa Robbi jadikan cita dan harap ini berwujud...
Jakarta | 07-03-2007
as. nuryaqin

Bismillah..


Alhamdulillah,
bagaimana kabarnya Saudaraku?

Moga sehatlah diperoleh, keni’matan Iman dan Islam menjadi bahasa kita keseharian, Yaa Robbi jadikan kami menjadi ahli syukur pada-Mu. Sampaikan salam pula pada Rosululloh teladan kami, sampai kepada kita semua..


Ternyata kerinduan itu senantiasa tiba, meskipun tidak diundang..

Saudaraku, kata ‘Rumah Cinta’ saya peroleh dari majalah Hidayatullah dalam kolom ‘Ibroh. Mas Abdurrahman!, saya minta ijin yah mengambil katanya...
Kenapa ini menjadi menarik? Seperti yang lain, sesuatu yang diharap, biasanya sesuatu yang terbaik ingin didapat, sesuatu yang didamba adalah cita-cita yang hendak diraih. Inipun tidak berbeda...menghadirkan Rumah Cinta kedepan..Emm..


Memang untuk mewujudkannya, mesti dilalui dengan ikhtiar yang sungguh, mulai dari niat yang hanif (lurus), memilih pasangan yang terbaik, ta’aruf yang visioner, khitbah sampai pada ’akad. Itu adalah ikhtiar yang berat untuk dilalui, kenapa? karena itu adalah usaha awal menuju tujuan yang hakiki pertemuan di Surga atas RidhoNya bersama dengan keluarga..duh pinginnya. InsyaAlloh... Awal yang baik akan memberikan jalan baik pula kedepan, Bila dimulai dengan hal yang tidak baik, maka khawatir tak baik pula diperoleh saat perjalanan hendak dikayuh.


Saudaraku..persiapkan perbekalan dengan baik, niat,’ilmu,’amal tentunya diantara itu semua, hanya taqwa yang menjadi perbekalan utama, setelah perbekalan lain tidak mampu lagi membantu, karena itulah sebaik-baiknya bekal, coba :

... وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى...

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (Al-Baqoroh: 197)


Saudaraku, sebuah harapan telah lahir dalam serambi Rumah Cinta :

Rumah Cinta :

  1. Rumah yang memiliki pondasi, dengan landasan dien, tiangnya adalah keteladanan, dindingnya adalah lirihan do’a, atapnya itu adalah hubb-Cinta, Jendelanya adalah saling memahami, sering bercengkrama, pintunya adalah Sabar dan Syukur, pagarnya adalah jihad dan ikhtiar.
  2. Rumah yang menjadi madrasah, tempat didalamnya gemuruh senandung Al-Qur’an dilantunkan, dzikir dan sholat menyelimuti suasana keluarga. Rumah yang dilandasi dengan ’ilmu dan pemahaman. Serta dizakatinya dengan ber’amal. ”Barangsiapa yang memuliakan Al-Qur’an maka Alloh akan memuliakannya
  3. Rumah yang senantiasa penghuninya saling berbagi dan mengisi serta mengasah diri untuk menjadi mu’min yang sejati. Rumah dengan iringan perjuangan saling membangun dan menutupi kekurangan. Karena perjuangan itu adalah bekal pengokoh diantaranya.
  4. Rumah tempat saling menasehati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang. (Al-’Ashr).
  5. Bacaan dominan di rumah itu adalah bacaan yang meninggikan asma Alloh, tidak ada yang saling umpatan, saling dengki, kata-kata kotor, keluh kesah, nada sombong dan bangga diri. Kenapa? Karena mereka telah menjadi kelurganya Alloh.
  6. Dentingan gelas setiap hari menyapa, karena rumahnya selalu didatangi tamu untuk dijamu.
  7. Rumah yang dihuni oleh seorang suami yang ta’at beragama, pintar dalam memandu biduknya keluarga, dia seorang qowwam sejati, yang membela bila keluarganya terganggu, menganyomi dengan untaian kasih sayang. Yang membawa semua ’awaknya’ menuju Jannah-Nya. Sehingga yang ia harapkan adalah pertemuannya kembali di surga Nya kelak. Amin..Yaa Robb!!
  8. Rumah yang berdiri dengan senyuman seorang isteri yang sholehah, penenang jiwa, hati pilupun larut karena memandangnya, dia yang ta’at pada suaminya, menjaga kehormatan suami, yang juga menjaga hartanya. Ridho suamilah yang menjadi landasan dalam ber’amal. Karena ridhonya Alloh adalah ridho suaminya...Dia menjadi ’Madrasatul ’ummah’ –madrasahnya keluarga. Dia yang menemani suaminya menuju surgaNya. Amin..Summa Amin
  9. Rumah yang memiliki anak-anak penyejuk pandangan, yang menjadi cahaya yang mencahayakan, yang selalu mendo’akan Abi dan Umminya. Penerus cita dan harap keluarga untuk menjadi ’keluarga taqwa’. Yang dia ikhlas ketika Abi dan Umminya tiada dengan senantiasa meneruskan sunnah hasanahnya –kebiasaan baik orang tua. Anak-anak yang kelak menjadi hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur dan bersabar. Serta anak-anak yang menjadi pemimpinnya orang-orang taqwa.
  10. Rumah seperti itu.... menjadi replikanya ’rumah akhirat’


Sesuatu yang ada, dan bisa diwujudkan atas bimbinganNya. Satu hal Saudaraku..mari luruskan niat diawal, dan bersungguh-sungguhlah dalam ber’amal.

Mari kita sambut...untuk mewujudkannya.

Emm..
Saudaraku, Cukup saja dulu hari ini.
InsyaAlloh, Esok kita jumpa lagi...

Salam untuk semua,
Jaga dhuhamu, tilawahnya
Serta wudhu tak ketinggalan...


Walhamdulillahhirobbil’alamin..
Wallohu’alam..


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help