andri subarul 's posts with tag: rumah cinta

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag rumah cinta
Posted by andri subarul on Jul 19, '07 1:13 AM for everyone
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:M. Abdul Halim Hamid
Bagus sekali… untuk seorang Suami yang ingin membahagiakan Istri


Posted by andri subarul on Jul 5, '07 3:07 AM for everyone

lembaga berumahtangga (2)
tertunduk syukur atas ridhoMu...
jakarta di shubuh hari, 05 Juli 2007

a. subarul nuryaqin

 

 

 

Bismillahirrohmanirrohim..
Ba’da tahmid wa shalawat..

 
...sambungan

 
Saudaraku...di Shubuh ini ana melihat bulan yang begitu terang, memancarkan pantulan cahayanya, bertasbih kepada pemilikNya..moga ini pula yang senantiasa menghampiri kita dikeseharian..hati yang cerah yang akan membawa ’amal kita tersenyum pula.

  

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

”... Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imron : 191)

 
Sudah terasa... meskipun masih dalam hitungan belum genap satu bulan. Kami tidaklah melupakan bahwa pertemuan yang menyatukan kita, adalah ada pada sebuah perjuangan, dan ini pula kelak yang akan menjadi hiasan dalam kehidupan berumahtangga kami..penuh dengan aktifitas..bagaimana ’ilmu ini bisa tersampai, sejauhmana kebermanfaatkan keluarga ini tuk ummat, dan sesungguh apa keluarga tuk mewujudkan kecermerlangan risalah...InsyaAlloh wa Aminn..

 
Arti dari sebuah kepercayaan..


Isteriku...rasa ucap terimakasih kusampaikan, karena mau kuajak belajar   bersabar untuk berjuang ini, segala cobaan yang hadir selama ini -seperti yang sudah lama ^-^..kita bersama tuk mencoba melewatinya dengan pinta bimbinganNya...Dan satu saat kita akan memahami, bahwa perjuangan diawal akan mengokohkan kebersamaan kita.

 
Syukron Jaziilan...karena telah menyadari benar, bahwa hidup ini tidak bisa lepas dari ujian-ujian yang sekarang sudah mulai terasa, nda usah khawatir..karena itulah sebenarnya hidup.. Alloh sedang mencoba kita, biar derajat kita bertambah..
 

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

 

“...Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun..”(Al-Mulk:2)

 

Syukron Jaziilan...karena terus belajar ta’at pada Alloh, karena usaha keta’atan kita pada Alloh, maka 'berjauhan sapa' ini, tidak membuat rasa gelisah didalam hati. Senantiasa kupercayakan.., Adinda selalu menta’atiNya dan menjaga hakNya...Indah ternyata bila bingkai saling percaya menjadi pilar lain dalam berkeluarga.

 
Teringatlah satu ungkapan,
Seorang isteri yang menghalang suaminya keluar berjuang, akan sentiasa memiliki suami yang senantiasa hendak keluar. Seorang isteri yang mendorong suaminya keluar berjuang, akan sentiasa menerima kepulangan suami yang sentiasa berusaha untuk pulang. Perginya suami atas dorongan isteri tuk berjuang dijalan-Nya, adalah kepergian yang dibayangi kepulangan.”..Barokalloh..

Oleh karenanya, eratlah kaitan antara mula dan akhir, bila permulaannya dimulai dengan pemahaman yang kokoh dan ke’ilmuan yang mengawali semuanya, itu akan menjadi wasilah kemudahan dan kebarokahan diakhir. Namun bila sesekali saja, diawal kita sudah berani mendurhakai Alloh, dan sudah berlaku mungkar...siapa lagi yang akan membantu?..Naudzubillah ­–ayo Saudaraku berpalinglah dari berkhalwat/berduaan dengan yang bukan muhrim, syetan sertakan disana. Cukuplah Alloh menjadi pijakan dalam melangkah, dan sunnahnya menjadi pegangan.

 
Berumah tangga tidak hanya dibina dengan hamparan cinta dan kasih, akan tetapi letaknya juga pada saling mempercayai. Bila sudah berani mendurhakai Alloh, kepada siapa lagi kita meletakkan kepercayaan? ..Durhaka semalam, akan menjadi tanda untuk hari ini, esok dan selamanya...

 
Berharap padaMu yaa Ilahi..., mekarkan selalu cinta dan kasih kepada Istriku, di dalam rumah tangga yang Insyaalloh terus dibina atas rasa penghambaan padaMu. Hamba-hambaMu yang selalu memikirkan peranan diri dalam umat, dan senang pula menebar kebaikan. Bila peranan kita tunaikan, maka tergapailah hak yang telah ditentukan.

 
Yaa Robbi...tak putus berdo’a, moga Engkau senantiasa mengaruniakan padaku, Isteriku dan anak-anak kelak, serta keluarga besarku..dalam siraman karunia dan barokah dariMu, yang karenaNyalah kami bertemu..

Allohuma Amin...

 
Saudaraku..., sementara -dwilogi tulisan ini dicukupkan.
Ranah yang berbeda, akan mewarnai dalam tulisan berikutnya..
Pinta do’a selalu moga Istiqomah dalam menjalani ini..


Yaa Robbi Istiqomahkan kami di jalanMu..bimbinglah dalam menggapainya..

 
Jagalah imannya dan ’amalnya...^-^
Wudhunya tak tertinggal..
Tilawah gemarkan..

 

 
Walhamdulillah..
Wallohu’alam

 
Al Fakir Ilalloh


Posted by andri subarul on Jul 3, '07 8:33 PM for everyone

lembaga sunnah peradaban (1)
tertunduk syukur atas ridhoMu...
jakarta, 03 Juli 2007

a. subarul nuryaqin

 

 
 

Bismillahirrohmanirrohim..

 
Dah lama tak jumpa dalam blog ini, rasa rindupun ingin menyapa kembali dalam lembaran-lembaran guratan isi hati tuk tercurahkan...Yaa robbi ijinkan hambaMu tuk menyampaikan rasa syukur yang teramat padaMu, dihari-hari yang penuh dengan cita dan cinta, karena Engkau pulalah yang menghadirkannya..rasa yang nda bisa terukur dengan kata, nda bisa terdata dengan angka..Rasa itu hadir dengan sapaan jiwa yang menerima, bahagia, tentram dan terjaga pula...Yaa Robbul ’Izati ... Engkau telah hadirkan seorang bidadari bagiku, penuh teladan dan sempadan ketika melewati lorong waktu bersamanya. Shalawat serta salam moga tersampaikan kepada Rosululloh Saw, pemberi teladan..yang siapapun orang yang mengikutinya terasa begitu indah tuk  diikuti, terasa hiduppun bersamanya..

 
Kabarnya bagaimana Saudaraku?..Moga keceriaan jiwapun senantiasa diperoleh oleh Saudara dimanapun berada.
 

Saudaraku...kenapa saya mengambil judul seperti itu?..
Yah...itulah kata yang terungkap, kata yang membahasakan bagaimana menanamkan pondasi utuh tuk berkeluarga. Menjadi cermin bagi yang menulis ini tuk meng’amalkannya. Banyaklah orang berbicara tentang hal ini, banyak pula berpendapat tuk menggapainya..

Toyyib..Satu prinsip yang ana pegang dalam hidup, bahwa hidup itu adalah memberi, sehingga ma’na hakiki dari hidup adalah memberi, sejauh mana kita memberi, sejauh itu pula kita memberikan ma’na dalam hidup ini.  Dari sana, kita bisa memandang..berkeluarga bukan untuk menerima. Berumahtangga karena ingin memberi, memberi kasih, memberi perhatian,  memberi cinta, memberi nafkah, memberi teladan..Itulah semua ma’na hidup dalam berkeluarga..dan itulah peranan khusus seorang qowwam ^-^ dan juga seorang Jauzah..Emm tuk seseorang yang berada di kota gudeg ^-^
 

Sehingga, andai kita memperoleh kebaikan dari istri, hal itu mengundang rasa syukur, walau sekecil mana kebaikan yang diberikan, itu tetap berma’na tuk keluarga.  Ana teringat benar ungkapan Ust. Indra Sakti : ”Terimalah seseorang seadanya, jangan ada apa-apanya, kebaikannya disyukuri, kekurangannya diridhoi”..Barokalloh Ustadz..
 

Selang tiga pekan sehabis ijab-qobul, kamipun berjarak...tak mudah memang, namun karena merasa adanya Alloh yang menjaga, maka lahir saling ridho dalam perjuangan ini. ”Bertemunya tak jemu, berpisah tak gelisah”...

 

... (to be continue)

 

Emm...cukup dulu tulisan pengantar ini dimulai..biar esok ana akan lanjut lagi, tuk merangkai cita serta cinta yang bersemi ini..

Yaa Robbi Istiqomahkan kami di jalanMu..bimbinglah dalam menggapainya..

 

Ana Titip sesuatu yah, Jagalah imannya dan ’amalnya...^-^
Dan tak henti untuk terus belajar dan mengajar...-Ta’lim muta’alim

Rengkuh hakekat ’ilmunya disana, biar rasa senyum ini  lebar menyapamu..dan biar jundi-jundi kita kelak bangga pada umminya..kerana ’ilmu yang berbalaskan barokahnya hadir tuk ummat...Allohuma Aminn..

 
 

Walhamdulillah..

Wallohu’alam

 
***Al Fakir Ilalloh***


Posted by andri subarul on May 3, '07 9:40 PM for everyone

Batupun berdiam diri…
Berbincang sederhana selepas sholat shubuh…
Cilandak – Jakarta, 3 Mei 2007
as. nuryaqin

 

Bismillahirrohmanirrohim...

Assalamu’alaikum wahai saudaraku..

Bagaimana kabar iman dan ’amalnya? Moga Alloh senantiasa menyelimuti dengan Rahmat-Nya serta Ridho-Nya yang selalu kita harapkan. Moga Alloh pula terus memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bersyukur akan karunia-Nya. Yaa Robbi! Titip salam kepada baginda Rosululloh, muara teladan dengan gemericik air kebeningan jiwa yang senantiasa merasuk setiap diri, yang mau mengikutinya..

Saudaraku, biasa selepas Shubuh dari Surau..kami berbincang sederhana, ada satu ayat yang begitu saja terucap... ayat ini akan menjadi ’hadiah’ untuk diberikan, menjadi ’penjamin’ untuk yang diambil. Akan tetapi ...emm... beratnya minta ampun tuk diucap apalagi di’amalkan...

Ayat inilah yang tadi shubuh terucap :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

Saudaraku…Sederhananya untuk dapat memelihara=seiketsu itu, minimal kita harus memahami 3 kaidah sebelumnya. Kaidah pertama, kita harus paham benar mana yang harus kita pilah dan pilih,  ‘ilmu2 mana yang diutamakan,  ‘amal yang dikembang tumbuhkan…’ilmu mana pula yang hendak disampaikan.. semua mesti dipilih. ‘Ilmu tauhid, ‘Ilmu Al-Qur’an diutamakan, berikutnya bahasa Arab…Ini satu contoh akan prioritas ‘ilmu yang mesti dipilih. Kaidah kedua, harus berusaha memetakan, ‘merapihkan’ ‘ilmu/’amal tadi yang telah kita lakukan dan dapatkan. Itulah kenapa banyak orang dari kita..termasuk ana ^-^, kadang ketika kita ber’amal tidak punya arah, dia berlari tapi entah kemana dia menuju..dia mencari ‘ilmu tapi bingung bagaimana dan kemana ‘ilmu itu diamalkan. Nah..Saudaraku satu clue kita dapatkan..’ilmu yang rapih, ‘amal yang teratur –tidak neko neko, maka secara tidak langsung dia berupaya ‘adil’ terhadap ‘ilmu dan ‘amalnya..dia bisa menyampaikan sesuai kebutuhannya, dia ber’amal hanya tertuju padaNya. Ketika diminta pandangan dia dengan cepat dapat memberinya..karena dia tahu ‘ilmu dan ‘amalnya…yah itulah kelebihan orang yang memiliki jiwa yang ‘rapi’. Kaidah Ketiga, Terus jaga keikhlasan, hindarkan dari riya, dengki no way, hindarkan seluruh penyebab yang membuat diri kita kelam berselaput dosa. Yah..kuncinya adalah ‘bersih’kan seluruh ‘ilmu dan ‘amal kita dari perbuatan yang dapat merontokkan ‘ilmu dan ‘amal itu…basahi selalu lisan kita dengan dzikir dan shalawat…Capelah ketika kita berbuat banyak akan tetapi tidak diterima..Naudzubillah.

 

Itulah 3 (tiga) kaidah pengiringnya diawal, moga Alloh perkenankan kita semua dapat menjadi insan yang dapat memelihara dirinya juga keluarganya..

 

Berikutnya, apa kaitan dengan batu yang berdiam?

Ternyata sempat dalam satu kisah, Rosululloh..menyampaikan ”Tenanglah engkau, nanti akan menjadi zamrudnya Fathimah”..semenjak itu, batu itu berdiam diri kerana bersenang.

Kenapa? Karena batu takut akan azab Alloh... ” yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.

Gimana dengan kita? Takutkah akan azab Alloh?...Atau santai-santai aza.. Naudzubillah...Itulah beratnya memikul amanah yang berat.

قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..(66:6)

 

Yaa Robbi..Bimbinglah tuk mampu meng‘amalkannya
Ana Cukupkan dulu apa yang terlintas ini…Tulisan berikutnya InsyaAlloh berbicara tentang simpul pembuka menuju 'sunnah peradaban'^-^

 

Alhamdulilllah..

 
Wallohu’allam..


Posted by andri subarul on Mar 26, '07 9:23 PM for everyone

Dinda..Mari Luruskan niat!
Selepas shubuh yang cerah..
Jakarta | 26 Maret 2007
as. nuryaqin


Bismillaahirrohmannirrohiim...


Ungkapan, Alhamdulillah...adalah ungkapan rasa syukur yang teramat padaMu Yaa Robbi!, yang telah melahirkan teladan pula kepada kita, Baginda Rosululloh. Salam dan shalawat senantiasa tercurah padanya.

Saudaraku! Bagaimana kabar imannya? Moga Alloh senantiasa kokohkan...

Inilah sekeping jiwa yang terpancar, dari seseorang yang penuh harap dapat membangun mahligai rumah tangga terlebih di surgaNya kelak..Amin.

^_^, kadang hal ini muncul begitu saja, mengalir dan tidak diundang ...Emm...

Assalamu'alaikum..Dinda!


Alhamdulillah,moga Alloh senantiasa memberikan kemudahan kepada kita,
memberikan bimbingan dan ridhoNya,shalawat serta salam tercurah
kepada baginda Rosululloh saw..sampai kepada
kita semua..

Dinda..

Ada beberapa anasir utama yang akan menyempurnakan sunnah peradaban itu,
tidak lain adalah
[niat, ’ilmu dan ’amal] atau [iman dan ’amal sholeh.].

Unsur-unsur inilah yang akan menjadi senyawa dalam kehidupan kita kedepan InsyaAlloh, semua terangkai dengan anasir-anasir tersebut.

Sebutlah niat, unsur itulah yang menjadi penentu kualitas ’amaliyah yang dilakukan,
menjadi ’pengetuk pintu’ sebelum diijinkankan masuk yang namanya rumah ’amal.


Adalah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Muslim :

”Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka”

Yang ana pahami ketika membaca hadist itu adalah, bukan besar atau kecil dari ’amal yang kita lakukan, dan juga bukan itu yang menjadi hitungannya, tapi sejauhmana kualitas niat mengawali setiap langkah yang terayun.

Coba selami hadist berikut Dinda! ...Ana sendiri banyak berhenti membacanya
Ini diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqas Ra.

”Sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke mulut istrimu”.

..hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke mulut istrimu ini sedekah?
Subhanalloh...Maha pemurah-Nya Alloh.
Sesuatu yang mubah apabila kita lakukan dengan tujuan hanya
mengharapkan ridho Alloh akan berdampak ketaatan...tradisi menyuapkan ke Istri menjadi pahala.

Subhanalloh...Ya Robb! ijinkan kujemput ucapan Rosul-Mu itu, karena itulah teladan dan bisa mengkokohkan.
Apalagi lebih dari sana?...Ya Alloh, Kau teramat Pemurah.

Oleh karenanya, baik dan lurusnya niat menjadi wasilah untuk mendapatkan pertolongan, semakin lurus niatnya maka pertolongan-Nya juga semakin sempurna. Hal ini diamini oleh kisah dari Salim bin Abdullah yang pernah menulis surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz, nasehat sederhana memang :

”Ketahuilah bahwa pertolongan Alloh kepada hamba tergantung kepada kadar niatnya.
Barangsiapa niatnya sempurna, maka pertolongan Alloh akan sempurna.
Barangsiapa niatnya berkurang, maka pertolongan itu juga akan berkurang”...


Syahdan, sunah peradaban juga demikian, menikah dengan niat yang hanif,
InsyaAlloh akan dimudahkan pertolongan Alloh itu hadir,
ini sejalan dengan salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra :


”Tiga orang yang selalu diberi pertolongan oleh Alloh adalah
seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Alloh SWT,
seorang penulis yang selalu memberi penawar,
dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya. ”


Yaa Dinda!... kusering meminta, untuk tetap
menjaga iman dan meluruskan niat!


Bukan kenapa. Karena Ana amat sangat berharap ’ibadah ini Alloh ridhoi,
tanpa itu semua apalah nilai dari sebuah sunah peradaban, kering dan tak bermakna ...naudzhubillah..

Karena Alloh hanya akan memberkahi sebuah keluarga yang dilandasi dengan niat yang benar :

”Siapa yang menikahi wanita dengan niat menjaga pandangan mata, memelihara kemaluan, dan menjalin tali silaturahim, maka Alloh akan memberkahi pasangan suami istri tersebut”.


Subhanalloh...NIAT yang benar akan menjadi wasilah dasar,
hasil apa yang akan diperoleh. Keluarga yang memiiki niat yang lurus,
kebahagianlah yang akan terengkuh, sakinah, dan mawaddahlah yang berdatangan. InsyaAlloh wa Amin...

Dinda...Mari kita luruskan niat yah! sebelum pintu sebelah sana itu hendak kita buka.


“Pelajarilah niat dalam ber’amal, karena niat lebih cepat sampai kepada Alloh daripada ‘amal yang engkau lakukan itu”... (Yahya bin Katsir)


Yaa Robbi, tak lain..hanya pada-Mulah, kami serahkan. Karena Engkaulah pemilik dari semua urusan,

Syukron...’Ala Ihtimamikum
Jaga dhuha dan wudhunya..


Alhamdulillahhirobbil’alamin


Wallohu’alam


Posted by andri subarul on Mar 8, '07 8:25 PM for everyone

Seindah-indahnya perhiasan..
Diatas mejaku, Cilandak di pagi hari …
Heltic city | 08-03-2007
as. nuryaqin

Bismillah..

Saudaraku..
Kabar Ceriakan?
Alhamdulillah,moga Alloh senantiasa memberikan kemudahan kepada kita, memberikan bimbingan dan ridhoNya,shalawat serta salam tercurah kepada baginda Rosululloh saw..sampai kepada kita semua..


Adalah hadist yang diriwayatkan oleh HR. Muslim :

”Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka”

Yang ana pahami ketika membaca hadist itu adalah, bukan besar atau kecil dari ’amal yang kita lakukan, dan juga bukan itu yang menjadi hitungannya, tapi sejauhmana kualitas niat mengawali setiap langkah yang terayun.


Coba selami hadist berikut Saudaraku! ...Ana sendiri banyak berhenti membacanya
Ini diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqas Ra.

”Sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke mulut istrimu”.

..hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke mulut istrimu ini sedekah?


Subhanalloh...Maha pemurah-Nya Alloh.
Sesuatu yang mubah apabila kita lakukan dengan tujuan hanya mengharapkan ridho Alloh akan berdampak ketaatan...tradisi menyuapkan ke Istri menjadi pahala.

Subhanalloh...Ya Robb! ijinkan kujemput ucapan Rosul-Mu itu, karena itulah teladan dan bisa mengkokohkan. Apalagi lebih dari sana?...Ya Alloh, Kau teramat Pemurah.


Oleh karenanya, baik dan lurusnya niat menjadi wasilah untuk mendapatkan pertolongan, semakin lurus niatnya maka pertolongan-Nya juga semakin sempurna. Hal ini diamini oleh

kisah dari Salim bin Abdullah yang pernah menulis surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz, nasehat sederhana memang :

”Ketahuilah bahwa pertolongan Alloh kepada hamba tergantung kepada kadar niatnya. Barangsiapa niatnya sempurna, maka pertolongan Alloh akan sempurna. Barangsiapa niatnya berkurang, maka pertolongan itu juga akan berkurang”...


Saudaraku..di akhir-akhir ini..Ana ingin saja bahas ini, mengalir begitu saja, mengikuti irama jiwa...Emm..

Ditambah lagi, kemarin malam Ana membaca wasiat Rosululloh kepada putrinya Fathimah binti Rosulillah dari salah satu tulisan.


Wasiat ini menjadi pengokoh bagi siapapun yang akan melangkah. Penuh dengan cita dan harap ... tentunya sesuatu yang diharapkan, jauh lebih dekat untuk terwujud, dibanding sama sekali tidak memiliki harapan..


Saudaraku inilah 10 wasiat Rosululloh :

  1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak2nya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.
  2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.
  3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknyanya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
  4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.
  5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
  6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
  7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.
  8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
  9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
  10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.


Saudaraku..cukup saja dulu sapaanku dipagi hari ini.


InsyaAlloh..kedepan kita berjumpa lagi.

Jaga tilawahnya dan ql
Serta tebar salamnya ...


Walhamdulillahhirobbil’alamin..

Wallohu’alam..


Posted by andri subarul on Mar 7, '07 8:42 PM for everyone

‘Rumah Cinta’ ada disini…
Diiringi kicauan burung, hujanpun gerimis
Yaa Robbi jadikan cita dan harap ini berwujud...
Jakarta | 07-03-2007
as. nuryaqin

Bismillah..


Alhamdulillah,
bagaimana kabarnya Saudaraku?

Moga sehatlah diperoleh, keni’matan Iman dan Islam menjadi bahasa kita keseharian, Yaa Robbi jadikan kami menjadi ahli syukur pada-Mu. Sampaikan salam pula pada Rosululloh teladan kami, sampai kepada kita semua..


Ternyata kerinduan itu senantiasa tiba, meskipun tidak diundang..

Saudaraku, kata ‘Rumah Cinta’ saya peroleh dari majalah Hidayatullah dalam kolom ‘Ibroh. Mas Abdurrahman!, saya minta ijin yah mengambil katanya...
Kenapa ini menjadi menarik? Seperti yang lain, sesuatu yang diharap, biasanya sesuatu yang terbaik ingin didapat, sesuatu yang didamba adalah cita-cita yang hendak diraih. Inipun tidak berbeda...menghadirkan Rumah Cinta kedepan..Emm..


Memang untuk mewujudkannya, mesti dilalui dengan ikhtiar yang sungguh, mulai dari niat yang hanif (lurus), memilih pasangan yang terbaik, ta’aruf yang visioner, khitbah sampai pada ’akad. Itu adalah ikhtiar yang berat untuk dilalui, kenapa? karena itu adalah usaha awal menuju tujuan yang hakiki pertemuan di Surga atas RidhoNya bersama dengan keluarga..duh pinginnya. InsyaAlloh... Awal yang baik akan memberikan jalan baik pula kedepan, Bila dimulai dengan hal yang tidak baik, maka khawatir tak baik pula diperoleh saat perjalanan hendak dikayuh.


Saudaraku..persiapkan perbekalan dengan baik, niat,’ilmu,’amal tentunya diantara itu semua, hanya taqwa yang menjadi perbekalan utama, setelah perbekalan lain tidak mampu lagi membantu, karena itulah sebaik-baiknya bekal, coba :

... وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى...

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (Al-Baqoroh: 197)


Saudaraku, sebuah harapan telah lahir dalam serambi Rumah Cinta :

Rumah Cinta :

  1. Rumah yang memiliki pondasi, dengan landasan dien, tiangnya adalah keteladanan, dindingnya adalah lirihan do’a, atapnya itu adalah hubb-Cinta, Jendelanya adalah saling memahami, sering bercengkrama, pintunya adalah Sabar dan Syukur, pagarnya adalah jihad dan ikhtiar.
  2. Rumah yang menjadi madrasah, tempat didalamnya gemuruh senandung Al-Qur’an dilantunkan, dzikir dan sholat menyelimuti suasana keluarga. Rumah yang dilandasi dengan ’ilmu dan pemahaman. Serta dizakatinya dengan ber’amal. ”Barangsiapa yang memuliakan Al-Qur’an maka Alloh akan memuliakannya
  3. Rumah yang senantiasa penghuninya saling berbagi dan mengisi serta mengasah diri untuk menjadi mu’min yang sejati. Rumah dengan iringan perjuangan saling membangun dan menutupi kekurangan. Karena perjuangan itu adalah bekal pengokoh diantaranya.
  4. Rumah tempat saling menasehati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang. (Al-’Ashr).
  5. Bacaan dominan di rumah itu adalah bacaan yang meninggikan asma Alloh, tidak ada yang saling umpatan, saling dengki, kata-kata kotor, keluh kesah, nada sombong dan bangga diri. Kenapa? Karena mereka telah menjadi kelurganya Alloh.
  6. Dentingan gelas setiap hari menyapa, karena rumahnya selalu didatangi tamu untuk dijamu.
  7. Rumah yang dihuni oleh seorang suami yang ta’at beragama, pintar dalam memandu biduknya keluarga, dia seorang qowwam sejati, yang membela bila keluarganya terganggu, menganyomi dengan untaian kasih sayang. Yang membawa semua ’awaknya’ menuju Jannah-Nya. Sehingga yang ia harapkan adalah pertemuannya kembali di surga Nya kelak. Amin..Yaa Robb!!
  8. Rumah yang berdiri dengan senyuman seorang isteri yang sholehah, penenang jiwa, hati pilupun larut karena memandangnya, dia yang ta’at pada suaminya, menjaga kehormatan suami, yang juga menjaga hartanya. Ridho suamilah yang menjadi landasan dalam ber’amal. Karena ridhonya Alloh adalah ridho suaminya...Dia menjadi ’Madrasatul ’ummah’ –madrasahnya keluarga. Dia yang menemani suaminya menuju surgaNya. Amin..Summa Amin
  9. Rumah yang memiliki anak-anak penyejuk pandangan, yang menjadi cahaya yang mencahayakan, yang selalu mendo’akan Abi dan Umminya. Penerus cita dan harap keluarga untuk menjadi ’keluarga taqwa’. Yang dia ikhlas ketika Abi dan Umminya tiada dengan senantiasa meneruskan sunnah hasanahnya –kebiasaan baik orang tua. Anak-anak yang kelak menjadi hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur dan bersabar. Serta anak-anak yang menjadi pemimpinnya orang-orang taqwa.
  10. Rumah seperti itu.... menjadi replikanya ’rumah akhirat’


Sesuatu yang ada, dan bisa diwujudkan atas bimbinganNya. Satu hal Saudaraku..mari luruskan niat diawal, dan bersungguh-sungguhlah dalam ber’amal.

Mari kita sambut...untuk mewujudkannya.

Emm..
Saudaraku, Cukup saja dulu hari ini.
InsyaAlloh, Esok kita jumpa lagi...

Salam untuk semua,
Jaga dhuhamu, tilawahnya
Serta wudhu tak ketinggalan...


Walhamdulillahhirobbil’alamin..
Wallohu’alam..


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help